Elon Musk akan Luncurkan TruthGPT untuk Saingi ChatGPT

Tujuan utama dari perusahaan ini adalah merancang sistem AI yang dapat mencari kebenaran dan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang alam semesta

Handoyo Saputra | 26 April 2023

Elon musk AI

Elon Musk baru-baru ini mengumumkan rencananya untuk membentuk sebuah perusahaan baru yang fokus pada pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Perusahaan tersebut diberi nama X.AI, dan tujuannya adalah untuk menjadi pesaing teknologi AI milik OpenAI dan Google.

Teknologi AI kini telah menjadi tren yang dikembangkan dalam segala bidang. AI kini telah mempermudah dalam bekerja, dan banyak diaplikasikan dalam pengembangan game. Meskipun banyak game website yang ringan seperti yang dimainkan di w88, namun kini juga telah banyak game yang memakai teknologi AI.

Elon Musk sedang rintis TruthGPT

Menurut Elon Musk dalam sebuah wawancara dengan Fox News melalui Engadget, teknologi berbasis AI di perusahaan barunya akan dinamai TruthGPT. Tujuan utama dari perusahaan ini adalah merancang sistem AI yang dapat mencari kebenaran dan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang alam semesta.

Selain itu, X.AI juga bertujuan untuk mengembangkan AI yang lebih banyak memberikan manfaat daripada kerugian. Namun, Elon Musk mengakui bahwa ia mungkin akan menghadapi kerugian besar dalam proses pengembangan perusahaan barunya tersebut karena ia mulai terlambat dibandingkan pesaingnya seperti OpenAI dan Google.

Tidak hanya membentuk perusahaan baru bernama X.AI, tetapi Elon Musk juga menunjukkan keseriusannya dalam pengembangan kecerdasan buatan dengan membeli ribuan GPU dan mempekerjakan Igor Babuschkin, seorang peneliti dari DeepMind untuk proyek AI di Twitter. Belum diketahui apakah kedua hal ini terkait dengan ambisi Elon untuk pengembangan AI tersebut.

Meskipun Elon Musk memiliki rencana untuk mendirikan perusahaan AI bernama X.AI, laporan dari The Information menyatakan bahwa proyek ini masih dalam tahap awal dan belum ada rencana konkret untuk mengembangkan produk tertentu.

Salah satu pendiri OpenAI

Dalam beberapa tahun terakhir, Elon Musk telah terlibat dalam beberapa proyek pengembangan kecerdasan buatan, termasuk sebagai pendiri OpenAI pada tahun 2015. Namun, ia mundur dari OpenAI pada tahun 2018 karena adanya konflik kepentingan dengan pekerjaannya di Tesla. Selain itu, ia juga mengkritik potensi bahaya yang ditimbulkan oleh AI yang dilatih untuk menjadi "woke".

Meskipun demikian, rencana Elon Musk untuk mendirikan perusahaan AI baru menunjukkan bahwa ia masih tertarik dan percaya pada potensi teknologi ini. Meskipun masih belum jelas apa yang akan dilakukan oleh X.AI, namun dapat diharapkan bahwa perusahaan tersebut akan berfokus pada pengembangan teknologi AI yang lebih aman dan bermanfaat bagi manusia.

Elon Musk dan X Corp

Nama "X" bagi Elon Musk telah menjadi label untuk visinya mengenai "everything app" yang ia rancang. Baru-baru ini Elon Musk merombak nama perusahaan Twitter Inc. menjadi X Corp. 

Dalam dokumen terbaru yang terkait dengan gugatan aktivis sayap kanan Laura Loomer terhadap Twitter dan Facebook, terlihat bahwa Twitter, Inc. telah bergabung dengan X Corp. Dokumen tersebut mengumumkan bahwa Twitter, Inc. tidak ada lagi dan telah digabungkan dengan X Corp. Hal ini mengindikasikan bahwa Musk akan membawa visinya ke dalam X Corp.

X Corp. sendiri dikatakan merupakan upaya dari Elon Musk untuk menciptakan aplikasi "everything app" serupa dengan WeChat di Tiongkok. Aplikasi ini akan menggabungkan berbagai layanan seperti messaging, pembayaran, ride sharing, pengiriman makanan, dan masih banyak lagi dalam satu aplikasi.

Sebelumnya, Musk pernah memuji kegunaan dan kenyamanan WeChat, meski ia sadar bahwa dominasinya tidak dapat ditiru di luar Tiongkok. Namun, dengan X Corp. yang dirancangnya, Musk berharap dapat menciptakan sebuah aplikasi yang nyaman, mudah digunakan, dan efisien dalam satu aplikasi.

TagsArtificial Intelegence

Artikel Lainnya

Artikel Terbaru