Google Duplex, Kemampuan Kecerdasan Buatan yang Canggih Sekaligus Menyeramkan

Google Duplex dapat menirukan suara penggunanya untuk membuat panggilan telepon

Handoyo Saputra | 7 Oktober 2018

Google Duplex
Technotification

Pada ajang Google I/O 2018, Google memperkenalkan sebuah fitur baru untuk asisten digitalnya (Google Assistant) yang dianggap canggih sekaligus menyeramkan. Pasalnya fitur ini memungkinkan penggunanya untuk menyuruh Google Assistant menelpon orang lain untuk melakukan reservasi. Fitur ini bernama Google Duplex. Sebagai contoh ketika kita ingin memesan tempat makan di suatu restoran, kita hanya perlu meminta Google Assistant melalui perintah suara untuk menelpon restoran itu dan melakukan reservasi. Perintah yang dapat kita lakukan misalnya:

Pesankan tempat makan untuk 4 orang pada hari Sabtu sore di KFC

Setelah mendapat perintah itu, Google Asisstant akan menelpon KFC secara otomatis tanpa kita ketahui untuk melakukan reservasi sesuai jadwal yang telah ditentukan. Google Assistant akan menirukan suara si pengguna seolah-olah si pengguna sendiri yang sedang menelpon KFC. Dengan kemampuan kecerdasan buatan, Google Assistant dapat melakukan tanya jawab layaknya manusia bahkan jika bentuk pertanyaannya tidak menggunakan kata baku.

Setelah selesai melakukan reservasi, Google Assistant akan memberitahu kita bahwa reservasi sudah berhasil dilakukan dan membuat agenda baru pada Google Calender. Fitur ini masih dalam tahap pengembangan dan belum diluncurkan untuk umum. Taggapan orang-orang untuk fitur inipun beragam. Beberapa orang menganggap bahwa fitur ini nantinya akan bermanfaat terutama untuk orang-orang yang punya kesibukan tinggi dan tidak memiliki waktu untuk melakukan reservasi. Ada juga beberapa orang yang justru menganggap bahwa fitur ini menakutkan karena penerima telepon tidak sadar bahwa kita sedang berbicara dengan sebuah robot atau asisten digital.

Update terbaru dari Google mengatakan bahwa untuk menghindari pelanggaran etika, Google Duplex akan memperkenalkan diri sebagai asisten digital pada saat memulai percakapan.

Bagaimana tanggapan kalian mengenai Google Duplex ini? Belum jelas apakah fitur ini nantinya akan dapat digunakan dalam Bahasa Indonesia atau tidak. Namun KaptenTekno akan memberi informasi lebih lanjut.

TagsArtificial Intelegence
TagsTechnology
visibility 706

Artikel Lainnya

Artikel Terbaru