Ramainya Tegar #unistallGojek di Twitter Karena Isu LGBT

Brata Santoso mengatakan bahwa Gojek menerima keberagaman dan terdapat sekitar 30 orang karyawannya yang merupakan LGBT

Handoyo Saputra | 16 Oktober 2018

Gojek
Gojek

Sejak tanggal 11 Oktober 2018, netizen Indonesia ramai mencuitkan tegar #unistallGojek di Twitter. Hal tersebut terjadi karena sebuah postingan dari Wakil Presiden Pengembangan Bisnis Operasi Go-Jek, Brata Santoso melalui akun Facebook pribadinya.

Brata Santoso mengatakan bahwa Gojek menerima keberagaman dan terdapat sekitar 30 orang karyawannya yang merupakan LGBT. Postingan tersebut mendapat berbagai tanggapan dari netizen, ada yang pro dan ada yang kontra. 

Netizen yang kontra dengan isu LGBT beramai-ramai membuat tegar #unistallGojek di twitter dan sempat menjadi trending topik di Indonesia. Saat ini postingan dari Brata Santoso sudah dihapus dari akun Facebooknya.

Berikut beberapa tanggapan dari netizen yang kontra:

Seperti dalam postingannya yang viral, Wakil Presiden Pengembangan Bisnis dan Operasi Gojek menyebut saat ini sudah ada 30 lebih karyawan #Gojek pengidap penyakit #LGBT.https://t.co/4A6wUS4al3 #DaruratLGBT #TolakLBGT #UninstallGojek pic.twitter.com/WDmfTTfklv

— Muslim Cyber Army (@MCAOps) October 12, 2018

Indonesia beketuhanan jd jgn sekali2 gojek meninggung LGBT #unistallgojek ,keyakinan kami salah satu penyebab bencana alam krn marakna/banyaknya LGBT

— Amer (@amerfrezz) October 15, 2018

Dan berikut tanggapan dari netizen yang tidak setuju dengan aksi #unistallGojek: 

Buat kalian yang mau #unistallgojek coba kalian pikirin bapak bapak yang penghasilannya jadi driver gojek mau ngasih makan keluarga mereka apa? Ya saya tau mungkin kalian menolak lgbt tapi bukan gini juga caranya. Coba bayangin kalo bapak bapak itu adalah orang tua kalian, kasian pic.twitter.com/dLr5jBSrpE

— 1Directioners (@zahra13376231) October 14, 2018

Yg pada mau #UnistallGojek jangan tanggung tanggung, unistall twitter fb dan whatsapp kalian juga
Aplikasi2 lain nya di unistall juga pic.twitter.com/iB5OMPoHgo

— Devi Oryza Pratiwi (@devioryza) October 13, 2018

Kasus seperti ini sebenarnya bukan pertama kalinya terjadi di Indonesia. Beberapa waktu yang lalu Netizen juga melakukan aksi boikot terhadap Facebook karena menghapus akun ormas keagamaan. Indosat juga pernah menjadi korban boikot netizen karena isu keagamaan.

Namun aksi uninstal/boikot biasanya hanya terjadi sementara saja. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap sesuatu yang dianggap tidak sejalan dengan pemikirannya. 

Jika dilihat dari kasus yang sudah pernah terjadi, aksi seperti ini tidak terlalu berdampak pada bisnis perusahaan. Hal tersebut karena aksi boikot hanya dilakukan oleh sebagian kecil pengguna ketika isu tersebut sedang ramai dibicarakan.

Sebenarnya perusahaan teknologi dari amerika juga banyak yang mendukung LGBT seperti Apple, Google, Facebook, Twitter, Instagram, Microsoft dan Yahoo. Namun tidak ada aksi boikot seperti ini karena produkya masih dibutuhkan.

Bayangkan saja, semua smartphone yang beredar dipasaran saat ini menggunakan sistem operasi Android dari Google dan iOS dari Apple. Komputer yang beredar di Indonesia sebagian besar menggunakan sistem operasi Windows dari Microsoft. Saat melakukan pencarian di internet, kita menggunakan Google. Saat mencari hiburan, kita membuka Facebook, Twitter atau Instagram.

Jika produk-produk tersebut masih dibutuhkan, netizen tidak akan melakukan aksi boikot/uninstal. Kecuali jika ada alternatif produk lain.

Menanggapi aksi #uninstalGojek ini, Gojek membuat klarifikasi di Twitter yang mengatakan bahwa postingan dari Brata Santoso merupakan pendapat pribadinya saja.
 

GO-JEK menjunjung tinggi keberagaman yang menciptakan persatuan dan keharmonisan, sejalan dengan nilai-nilai dan budaya Indonesia, yang ber-Bhinneka Tunggal Ika. pic.twitter.com/OQq7n1JmlF

— GO-JEK (@gojekindonesia) October 13, 2018

Beberapa pengguna Gojek yang telah meng-uninstal aplikasi Gojek kemungkinan akan beralih untuk menggunakan aplikasi pesaingnya, Grab. 

Bagaimana pendapat kalian mengenai aksi #uninstalGojek ini? apakah kalian termasuk dalam kubu pro atau kontra? sampaikan pendapat kalian pada kolom komentar.

TagsBreaking News
visibility 964

Artikel Lainnya

Artikel Terbaru